RSS

JANJI-JANJI KAWIN TIDAK MENGIKAT

02 Feb
source from AMPUH

source from AMPUH

JANJI-JANJI KAWIN TIDAK MENGIKAT

oleh: Prof. Dr. Anwar Borahima, S.H., M.H

( Guru Besar Fakultas Hukum UNHAS / Dewan Pembina Asosiasi Mahasiswa Hukum Perdata FH-UH)

Seringkali wanita menjadi korban rayuan gombal lelaki yang mengatasnamakan cinta, padahal sesungguhnya itu adalah nafsu. Banyak wanita yang sulit membedakan antara cinta dan nafsu, atau mungkin juga dibutakan matanya atau hatinya tertutup tirai rayuan. Padahal sesungguhnya menurut Quraisy Shihab, dalam bukunya “PEREMPUAN” sangat membedakan antara cinta dan nafsu.
Cinta itu selalu cenderung ingin memelihara dan tidak berbatas, sementara nafsu cenderung selalu ingin merusak dan berbatas atau ada target. Oleh karena itu seringkali ada yang mengatakan bahwa cinta itu dibawa mati. Sementara nafsu karena berbatas atau mempunyai target, maka ketika target itu sudah tercapai, maka jangan heran kalau sang lelaki lalu meninggalkan wanita.

Anehnya banyak juga wanita yang mau percaya begitu saja omongan lelaki, walau sesungguhnya dia sudah bisa menebak bahwa ini bukan cinta. Kalimat yang paling sering dilontarkan oleh sang lelaki, “aku hanya bisa percaya kalau adinda mencintaiku jika adinda mau menyerahkan keperawananmu kepada kakak”.

Seringkali di awal sang wanita menolak dengan alasan, takut hamil. Tapi sang lelaki tidak kehabisan akal.Dia tahu bahwa sesungguhnya sang wanita ini hanya takut kalau dirinya tidak bertanggung jawab jika dirinya hamil, maka kembali dia mengeluarkan jurus gombalnya yang kedua demi mencapai tergetnya. Untuk meyakinkan sang wanita bahwa dirinya bertanggung jawab, maka sang lelakipun berjanji bahwa dia bersedia menikahi kalau nanti sang wanita hamil. Bahkan tak segan-segan dia membuat pernyataan di atas kertas bernaterai, yang isinya menerangkan bahwa dirinya akan menikahi sang wanita jika sang wanita ini hamil karena perbuatannya.

Episode berikutnya, terjadilah hubungan terlarang dan tidak jarang memang terbukti apa yang diragukan oleh sang wanita. Beberapa bulan kemudian terlambat bulan, dan dengan alat tes kehamilan terbukti bahwa dirinya hamil. Lalu dia mengabarkan berita tersebut ke sang lelaki sekaligus meminta pertanggungjawaban sang lelaki dan memperlihatkan surat pernyataan yang dibuatnya di atas kertas bermaterai tadi. Biasanya lelaki itu menolak dengan alasan belum siap, belum matang dan sebagainya. Bahkan tidak jarang dia meminta agar sang wanita mau menggugurkan dulu kandungannya. Sang wanita tentunya menolak, bahkan terkadang orang tua sang wanita mau menuntut sang lelaki dengan alasan ingkar janji. Mereka terkadang pula mau melaporkan ke polisi.

Pertanyaan hukumnya:
“Apakah memang surat pernyataan itu mengikat?”

Jika membaca ketentuan Pasal 58 KUHPerdata (BW), maka di situ dengan jelas mengatur bahwa:
“janji-janji kawin tidak memberikan hak untuk menuntut dimuka hakim akan berlangsungnya perkawinan, termasuk menuntut penggantian biaya, ganti kerugian, dan bunga akibat ingkar janji yang dilakukan terhadapnya. Segala perjanjian untuk menuntut ganti rugi adalah batal demi hukum.”

Jadi janji-janji kawin itu tidak mengikat.

Tuisan ini tidak dimaksudkan untuk memberikan alat pembelaan bagi lelaki, tetapi lebih kepada memberikan peringatan kepada anak-anakku terkhusus anak gadis, agar lebih berhati-hati dalam bergaul dan menjaga kehoramatan dan jangan gampang terbuai dengan janji akan dinikahi, karena janji kawin itu tidak memberikan jaminan hukum.

Semoga bermanfaat. (Makassar, 30 Januari 2015 pukul 16.28 WITA).

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: