RSS

Sewa-Menyewa Virtual Office (Kantor Maya)

07 May

By : Moh. Yuda Sudawan

Image

Perkembangan yang terjadi di dunia usaha sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam era gobalisasi karena perkembangan dunia usaha dan teknologi informasi serta komunikasi akan berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi harus dimaknai sebagai sarana bagi manusia untuk mengevaluasi dan mempelajari perkembangan yang juga terjadi dalam dunia usaha.

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi menyebabkan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial secara signifikan berlangsung demikian cepat. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, tetapi juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

Salah satu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi antara lain adalah teknologi dunia maya atau biasa disebut internet (interconnection network). Internet sebagai suatu media informasi dan komunikasi elektronik telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, antara lain untuk menjelajah (browsing), mencari data dan berita, saling mengirim pesan melalui email, komunikasi melalui situs jejaring sosial, dan termasuk untuk perdagangan. Kegiatan perdagangan dengan memanfaatkan media internet ini dikenal dengan istilah electronic commerce, atau disingkat e-commerce.[1]

E-Commerce merupakan suatu proses jual beli dan sewa-menyewa barang dan jasa yang dilakukan melalui jaringan komputer, yaitu internet. Transaksi secara online dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan waktu sehingga seseorang dapat melakukan transaksi dengan setiap orang dimanapun dan kapanpun. Semua transaksi melalui internet ini dilakukan tanpa ada tatap muka antara para pihaknya, mereka mendasarkan transaksi tersebut atas rasa kepercayaan satu sama lain, sehingga perjanjian sewa-menyewa yang terjadi diantara para pihak pun dilakukan secara elektronik.

Melalui e-commerce semua formalitas-formalitas yang biasa digunakan dalam transaksi konvensional dikurangi, di samping tentunya konsumen pun memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan membandingkan informasi seperti barang dan jasa secara lebih leluasa tanpa dibatasi oleh batas wilayah (borderless).[2]E-commerce tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, namun perkembangan ini memudahkan produsen dalam memasarkan produk yang berimbas pada penghematan biaya dan waktu.

Kebutuhan akan kemudahan dalam membuat sebuah usaha menjadi sebuah kebutuhan baru yang sangat didambakan oleh para pengusaha yang tidak ingin direpotkan oleh berbagai macam kesulitan dalam membentuk atau mendirikan sebuah perusahaan yang dapat mewadahi usahanya. Di dalam dunia internet saat ini, banyak situs-situs yang mewadahi masyarakat untuk memperdagangkan barang dan jasa, termasuk penyediaan jasa dalam dunia bisnis perusahaan.

Salah satu penyedia jasa di internet yang saat ini lagi mencuat dan berkembang pesat adalah Virtual Office. Virtual Office atau Kantor Maya atau biasa juga disebut Kantor Virtual merupakan sebuah bentuk penyediaan jasa sewa ‘kantor’ di internet. Para pengusaha yang ingin mendirikan sebuah perusahaan dan terkendala dari sulitnya menyediakan lokasi yang strategis untuk kantor akan mencari cara yang sangat singkat agar dapat mempunyai sebuah kantor dengan lokasi yang sangat strategis. Penyedia jasa Virtual Office ini menjawab semua kebutuhan para pengusaha yang sangat bingung dan kesulitan dalam penentuan lokasi kantor untuk perusahaannya.

Transaksi perdagangan melalui internet berbeda dengan berbelanja atau melakukan transaksi perdagangan di dunia nyata. Melalui e-commerce, contohnya dalam situs http://www.virtualoffice.com[3] dimana pihak penyewa mengakses internet ke website, yang kemudian pihak penyewa mencari atau memilih kantor yang diinginkan. Apabila telah menemukan kantor yang diinginkan,penyewa mengirimkan penawaran dalam halaman website tersebut kepada penyedia yang menyewakan. Setelah melakukan pemilihan jenis kantor dan biaya, serta terjadi kesepakatan maka penyewa dan penyedia yang menyewakan akan menentukan mekanisme pembayaran.

Pelaksanaan sewa-menyewa sacara online dalam praktiknya akan bisa menimbulkan beberapa permasalahan yang bisa merugikan pihak penyewa dan juga bisa merugikan bagi pihak penyedia jasa itu sendiri. Misalnya pihak yang menyewakan seharusnya langsung menyediakan fasilitas yang telah disepakati dalam perjanjian namun tidak melakukannya dan melarikan diri setelah penyewa telah mengirimkan sejumlah uang yg disepakati. Hal ini tidak sesuai dengan Pasal 7 UU Perlindungan Konsumen mengatur tentang kewajiban pelaku usaha, dalam huruf b untuk memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan. Pasal 7 huruf e juga mengatur bahwa pelaku usaha juga berkewajiban untuk memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang diperdagangkan.

Ada juga misalnya model perkembangan terbaru yang sedang merebak di dunia Virtual Officesaat ini, yaitu penyewa yang memanfaatkan fasilitas Virtual Office ternyata hanya sekedar ingin menyewa ‘alamat’ kantornya saja untuk melakukan penipuan. Pihak penyewa yang sebenarnya tidak memiliki perusahaan kemudian menyewa sebuah kantor melalui jasa Virtual Office ini agar dapat membuat iklan tentang perusahaannya yang mempunyai sebuah lokasi kantor yang strategis dan megah. Ketika pihak penyewa telah berhasil menipu dan melarikan diri, tentu saja pihak yang dirugikan akan menuntut dan mencari ke alamat kantor yang tertera pada perusahaan dari pihak penyewa. Hal inilah yang dapat merugikan bagi pihak penyedia jasa Virtual Office tentang bagaimana bentuk pertanggungjawabannya atas bentuk kesalahan yang dilakukan oleh pihak penyewa yang melakukan penipuan tersebut.

Pasal 1 angka 6 Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur bahwa penyelenggaraan sistem elektronik adalah pemanfaatan sistem elektronik oleh penyelenggara negara, orang, badan usaha, dan/atau masyarakat. Dalam hal ini penyelenggara sistem elektronik adalah penyewa Virtual Office dan penyedia jasa Virtual Office. Selanjutnya, Pasal 15 ayat (1) UUITE mengatur bahwa setiap penyelenggara sistem elektronik harus menyelenggarakan sistem elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya sistem elektronik sebagaimana mestinya.

Permasalahan lain yang dapat timbul yaitu dalam Pasal 1320 KUHPerdata mengatur bahwa setiap perjanjian harus memenuhi syarat sahnya perjanjian, yaitu kata sepakat, kecakapan, suatu hal tertentu dan suatu sebab yang halal. Apabila dipenuhi empat syarat sahnya perjanjian tersebut, maka perjanjian tersebut sah dan mengikat bagi para pihak.

Jika melihat salah satu syarat sahnya perjanjian dalam Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu suatu hal tertentu, maka akan menjadi permasalahan dalam sistem penyewaan pada jasa Virtual Office, dimana dalam klausul perjanjian, penyedia jasa Virtual Office atau pihak yang menyewakan menyatakan akan menyediakan sebuah kantor untuk disewakan sedangkan setelah perjanjian pihak penyewa tidak menempati objek yang disewakan atau dengan kata lain kantor tidaklah ‘ada’ seperti yang tertera pada klausul perjanjian yang disepakati di website. Dalam praktiknya yang disewakan dalam Virtual Office hanyalah sebuah ‘alamat’ dan objek kantornya hanyalah dalam bentuk virtual atau maya. Sedangkan dalam klausul perjanjian yang tertera adalah sebuah kantor.

 

[1] Ahmad M. Ramli, 2004, Cyber Law dan HAKI dalam Sistem Hukum Indonesia, Refika Aditama, , Jakarta, hlm. 1.

[2] Dikdik M. Arief Mansyur & Elisatris Gultom, 2005, Cyber Law (Aspek Hukum Teknologi Informasi), Refika Aditama, Bandung, hlm.144

[3] Diakses dari http://www.virtualoffice.com pada tanggal 20 Desember 2012

 
Leave a comment

Posted by on May 7, 2014 in Hukum Perusahaan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: